Sewindu Kita: untuk @salmanaristo

Image

8 years ago. Eight years, my favourite number, with my most favourite person on earth: Salman Aristo.

Memasuki tahun kedelapan kita, dan dengan semua yang kita telah lewati, aku tak bisa menghindari fakta bahwa setiap hal di dunia ini akan mempunyai akhirnya. Termasuk kita.

Jadi, tujuanku kini mendadak semakin sederhana, agar kita nanti punya akhir yang bahagia. 

Agar ketika nanti akhir masa kita berdua, kita bisa saling menatap dan tersenyum dengan cinta yang semakin dalam. Pada detik itu nanti, semoga kita bisa saling berbisik “terima kasih”, karena tak ada yang perlu disesalkan dalam perjalanan kita. Kita akan bisa saling melepas dengan ikhlas karena kita, insya Allah, akan bisa bertemu lagi.

Tapi, mungkin tak ada satu pun yang sempat terjadi pada perpisahan kita. Mungkin mata kita sudah terlebih dulu menutup, tangan sudah tak dapat menggenggam dan bibir tak sempat lagi untuk mengucap apalagi tersenyum. Mungkin kita bahkan tak bertemu.

Entahlah, karena hidup sudah pasti akan mengejutkan kita.

Namun, apa pun yang terjadi, semoga hati kita selalu bisa terhubung. Karena kita tahu, seperti apa pun akhir kita, kita akan bertemu kembali. Bertemu dalam kenangan baik yang diceritakan oleh mereka yang kita sayangi, dan semoga akan bertemu di surga bersama mereka yang lebih dulu meninggalkan kita.

Demi detik itu kita akan bekerja keras untuk ‘kita’. Memperbaiki apa yang salah, meluruskan apa yang pernah bengkok. Membangun ‘kita’ yang lebih kuat. Terus tumbuh untuk ‘kita’ yang lebih baik. 

Seperti delapan tahun yang lalu, hari ini adalah awal perjalanan baru kita. 

Dan semoga Allah memberikan berkahnya untuk perjalanan kita.

Aamiin.