Hari ini salah satu hari yang spesial dalam hidup saya, Amelya, dan Fitri. Bukan hanya karena launching buku biografi pertama yang saya tulis, tentang Eyang BJ Habibie yang kami sangat sayangi, buku ini juga terbitan pertama PlotPoint setelah kami mengalihkan fokus dari penerbitan buku menjadi pengembang naskah.

Oke, lebih tepatnya, saat itu kami bangkrut dan ada dua pilihan. Pertama, tutup. Kedua, menyelamatkan perusahaan dengan cara menerbitkan banyak buku yang tak sesuai dengan prinsip kami. Kami memilih yang pertama dan itu merupakan salah satu keputusan terberat yang pernah kami ambil. Kami merasa mengecewakan banyak orang: pegawai, penulis, rekan bisnis, dll.

Tapi kami masih penasaran sama dunia buku ini. Kami cinta buku/konten bagus yang bisa dinikmati banyak orang. Kami tergila-gila pada desain cover buku yang bagus. Kami memutuskan lanjut dengan cara yang berbeda. Minimal kalau jatuh ya coba lagi. Memang klasik banget semangatnya: kalau cinta ya usaha, kalau tak gagal ya tak belajar.

Buku ini bagai (dan semoga) “Jaws” untuk Steven Spielberg πŸ˜‰ Adaaaa aja cobaannya. Drama banget lah. Tak hanya di satu titik saja saya dan Amelya frustasi, untungnya ada Fitri yang selalu bisa menenangkan. Buku ini yang selalu mengingatkan lagi kalau akhirnya yang selalu ada, ya, keluarga dan para sahabat kami. Orang-orang yang percaya sama kami. Mereka yang bisa kami mintai tolong dan selalu bantu semaksimalnya. Kepada mereka kami berterimakasih. Kepada mereka buku ini kami persembahkan.

Love,
Ame, Fitri, & Gina – with Patra, De Yayu, bagus, anggia kharisma, Angga Sasongko, Arief, Diva, Hafidzha, Riesna, Halluna, teguh, Prasajadi, ika, Armadina, Hanung, Rino, Fitria, Diela, Veronica, Ditta Sekar, Faozanrizal, Sigit, Inga, Christie, @ameoktavia, and @salmanaristo

View on Path